Fakta Sebenarnya Dibalik Isu Pemanasan Global

Diposting oleh BLACK LION pada 08:19, 25-Nov-11 • Di: fakta
global-warming.jpg

Bumi semakin panas, mereka menyebutnya Pemanasan Global dan mulai menyalahkan manusia sebagai penyebab dari rusaknya tatanan iklim dunia. Jauh dibalik itu semua, semua konspirasi tingkat tinggi sedang berlangsung, Amerika tidak menandatangani protokol Kyoto, negara-negara lain langsung bangkit untuk mengecam. Inilah Fakta Sebenanarnya Dibalik Isu Pemanasan Global. 


Sekilas Tentang Protokol Kyoto

 Segera setelah Konvensi Kerangka Kerjasama Persatuan Bangsa-bangsa mengenai Perubahan Iklim (UNFCCC-United Nations Framework Convention on Climate Change) disetujui pada KTT Bumi (Earth Summit) tahun 1992 di Rio de Janeiro, Brazil, negara-negara peserta konvensi mulai melakukan negosiasi-negosiasi untuk membentuk suatu aturan yang lebih detil dalam mengurangi emisi Gas Rumah Kaca (selanjutnya disebut GRK). 

Pada saat pertemuan otoritas tertinggi tahunan dalam UNFCCC ke-3 (Conference of Parties 3 - COP) diadakan di Kyoto, Jepang, sebuah perangkat peraturan yang bernama Protokol Kyoto diadopsi sebagai pendekatan untuk mengurangi emisi GRK. Kepentingan protokol tersebut adalah mengatur pengurangan emisi GRK dari semua negara-negara yang meratifikasi. Protokol Kyoto ditetapkan tanggal 12 Desember 1997, kurang lebih 3 tahun setelah Konvensi Perubahan Iklim mulai menegosiasikan bagaimana negara-negara peratifikasi konvensi harus mulai menurunkan emisi GRK mereka. 

Sepanjang COP 1 dan COP 2 hampir tidak ada kesepakatan yang berarti dalam upaya penurunan emisi GRK. COP 3 dapat dipastikan adalah ajang perjuangan negosiasi antara negara-negara ANNEX I (negara-negara berkembang) yang lebih dulu mengemisikan GRK sejak revolusi industri dengan negara-negara berkembang yang rentan terhadap perubahan iklim. Negara-negara maju memiliki kepentingan bahwa pembangunan di negara mereka tidak dapat lepas dari konsumsi energi dari sektor kelistrikan, transportasi, dan industri. Untuk mengakomodasikan kepentingan antara kedua pihak tersebut Protokol Kyoto adalah satu-satunya kesepakatan internasional untuk berkomitmen dalam mengurangi emisi GRK yang mengatur soal pengurangan emisi tersebut dengan lebih tegas dan terikat secara hukum (legally binding).

 Dalam Protokol Kyoto disepakati bahwa seluruh negara ANNEX I wajib menurunkan emisi GRK mereka rata-rata sebesar 5.2% dari tingkat emisi tersebut di tahun 1990. Tahun 1990 ditetapkan dalam Protokol Kyoto sebagai acuan dasar (baseline) untuk menghitung tingkat emisi GRK. Bagi negara NON ANNEX I Protokol Kyoto tidak mewajibkan penurunan emisi GRK, tetapi mekanisme partisipasi untuk penurunan emisi tersebut terdapat di dalamnya, prinsip tersebut dikenal dengan istilah "tanggung jawab bersama dengan porsi yang berbeda" (common but differentiated responsbility). Protokol Kyoto mengatur semua ketentuan tersebut selama periode komitmen pertama yaitu dari tahun 2008 sampai dengan 2012. 

Beberapa mekanisme dalam Protokol Kyoto yang mengatur masalah pengurangan emisi GRK, seperti dijelaskan di bawah ini: 

* 1. Joint Implementation (JI), mekanisme yang memungkinkan negara-negara maju untuk membangun proyek bersama yang dapat menghasilkan kredit penurunan atau penyerapan emisi GRK. 

 * 2. Emission Trading (ET), mekanisme yang memungkinkan sebuah negara maju untuk menjual kredit penurunan emisi GRK kepada negara maju lainnya. ET dapat dimungkinkan ketika negara maju yang menjual kredit penurunan emisi GRK memiliki kredit penurunan emisi GRK melebihi target negaranya.

 * 3. Clean Development Mechanism (CDM), mekanisme yang memungkinkan negara non-ANNEX I (negara-negara berkembang) untuk berperan aktif membantu penurunan emisi GRK melalui proyek yang diimplementasikan oleh sebuah negara maju. Nantinya kredit penurunan emisi GRK yang dihasilkan dari proyek tersebut dapat dimiliki oleh negara maju tersebut. CDM juga bertujuan agar negara berkembang dapat mendukung pembangunan berkelanjutan, selain itu CDM adalah satu-satunya mekanisme di mana negara berkembang dapat berpartisipasi dalam Protokol Kyoto.

 Bagi negara-negara ANNEX I mekanisme-mekanisme di atas adalah perwujudan dari prinsip mekanisme fleksibel (flexibility mechanism). Mekanisme fleksibel memungkinkan negara-negara ANNEX I mencapai target penurunan emisi mereka dengan 3 mekanisme tersebut di atas.

 Ada dua syarat utama agar Protokol Kyoto berkekuatan hukum, yang pertama adalah sekurang-kurangnya protokol harus diratifikasi oleh 55 negara peratifikasi Konvensi Perubahan Iklim, dan yang kedua adalah jumlah emisi total dari negara-negara ANNEX I peratifikasi protokol minimal 55% dari total emisi mereka di tahun 1990. Pada tanggal 23 Mei 2002, Islandia menandatangani protokol tersebut yang berarti syarat pertama telah dipenuhi. Kemudian pada tanggal 18 November 2004 Rusia akhirnya meratifikasi Protokol Kyoto dan menandai jumlah emisi total dari negara ANNEX I sebesar 61.79%, ini berarti semua syarat telah dipenuhi dan Protokol Kyoto akhirnya berkekuatan hukum 90 hari setelah ratifikasi Rusia, yaitu pada tanggal 16 Februari 2005.

 Dibalik semua itu satu hal yang membuat dunia gelisah yaitu, Amerika Serikat, Jepang dan Kanada dan beberapa negara Eropa lainnya menolak untuk menandatangani protokol tersebut! 

Hal ini langsung membuat munculnya berbagai kecaman dari berbagai pihak yang menuduh Amerika Serikat terlalu egois dengan industrinya bahkan dari masyarakat Amerika itu sendiri . Hal inilah yang kemudian membuat saya penasaran. Suatu negara besar seperti Amerika tidak akan main-main dengan kesepakatan antar negara apalagi jika mencakup kepentingan banyak negara bahkan kelangsungan bumi.

 Google pun menjawab, ternyata para ilmuwan kelas atas Amerika mempunyai hasil penelitian sendiri yang menentang habis-habisan interpretasi ilmuwan amatiran lainnya. Inilah yang akan saya jelaskan kepada Anda. Suatu Konspirasi tingkat dunia sedang terjadi, dan percaya atau tidak, KITA SEDANG DIBODOHI!


 Al Gore dengan Film Briliannya

al-gore-an-inconvenient-t.jpg
 Al Gore 

Mungkin di Indonesia nama ini kurang santer, tapi di Amerika dia adalah pria ‘brilian’ yang merilis film dokumentasi yang berjudul An Inconvenient Truth. Al Gore adalah pria yang menerima penghargaan Oscar atas film dokumentasi yang dibuatnya. Dia adalah pria pemimpin gerakan isu pemanasan global di dunia barat yang menyuarakan bahwa manusia telah menjadi tokoh utama dibalik pemanasan global. Sejak beredarnya mahakarya dari si Al Gore ini, mata dunia seakan ‘terbuka’. Manusia merasa menjadi aktor dibalik hilangnya bongkahan-bongkahan es di kutub, dan pemeran utama dibalik bencana-bencana alam yang timbul. Semua orang yang menyaksikan bagaimana piawainya Al Gore mendokumentasikan bagaimana longsornya bongkahan-bongkahan es akan mengatakan, “ternyata manusia yang menghancurkan alam..” Di film itu hanya menunjukkan bagaimana gunung-gunung es itu mulai runtuh, lalu diberikan gambaran bagaimana asap-asap rumah industri dan pengaruhnya terhadap mencairnya gunung es itu kemudian bagaimana hubungannya dengan bencana alam lainnya. INILAH OMONG KOSONG BRILIAN YANG BERHASIL MEMPERDAYA BANYAK ORANG!

Orang awam yang menyaksikannya pasti akan menarik kesimpulan dengan mudah, tapi ternyata para ilmuwan ahli banyak menemukan celah terhadap karya Al Gore itu sendiri. Contoh kebohongan dari film Gore adalah klaim bahwa Pemanasan global akan menaikkan permukaan laut setinggi 20 kaki (6,09 meter), padahal sebenarnya hanyalah 23 Inci (58,42 cm). Ia juga mengklaim bahwa beruang kutub sedang berada dalam bahaya. Padahal tidak demikian sebenarnya. Di sisi lain film itu juga menjelaskan bagaimana gleyser-gleyser yang mulai berkurang, namun dia tidak menunjukkan gleyser lain yang justru sedang bertambah. Al Gore menyebutkan dalam filmnya bahwa gleyser di gunung Kilimanjaro sudah berkurang akibat pemanasan global, tapi dia tidak menjelaskan bahwa gleyser di gunung Kilimanjaro sudah berkurang sejak tahun 1980-an dimana kadar gas CO2 di bumi belum meningkat. Al Gore juga dalam filmnya menjelaskan bahwa kadar CO2 di atmosfer telah meningkatkan suhu bumi. Tapi satu tahun sebelum filmnya dirilis, ternyata Journal Science telah berhasil membuktikkan bahwa peningkatan suhu bumilah yang memicu peningkatan kadar karbondioksida di atmosfer. Suatu bantahan keras yang memalukan bagi Al gore bahkan tampil dari BBC News yang berhasil menemukan bahwa salah satu cuplikan dari film itu adalah potongan dari film “The Day After Tomorrow”. Satu hal yang kita perlu syukuri adalah Al Gore bukan orang Indonesia sehingga dia tidak perlu capek-capek menjelaskan pengaruh karbon dioksida dengan krisis listrik yang menyebabkan PLN sering melakukan pemadaman bergilir. 


Manipulasi Data Pemanasan Global Berhasil Diungkap 

Pada tanggal 19 November 2009 kemarin, beberapa surat kabar luar negeri mengumumkan bahwa seorang hacker telah berhasil mencuri 160 megabytes data dan kumpulan email dari server Climate Research Unit (CRU) di Universitas East Anglia (UEA) di Inggris. Email itu berisi percakapan antara para peneliti utama di tempat itu sejak tahun 1997 hingga sekarang, dan dari data yang berhasil dicuri menjelaskan, bahwa telah terjadi manipulasi data pemanansan global. Jika anda banyak mengikuti sosialisasi pemanasan global seperti saya xD, kemudian biasanya didatangkan bule sebagai salah satu pembicara, maka pasti CRU dan UEA tidak akan asing lagi ditelinga anda. Dua nama itu adalah nama yang sering kali dipakai para pembawa materi pemanasan global yang selalu mengatakan bahwa “merujuk dari data penelitian di CRU..di UEA.. bla bla bla..” Nama itu adalah nama yang selalu dijual dalam praktek pembodohan masyarakat mengenai pemanasan global. Manipulasi data yang terjadi dalam badan CRU itu sendiri pastilah akan menjadi tamparan keras bagi para penganut paham ‘pemanasan global itu ulah manusia’. Ketika anda mengetahui apa yang sebenarnya terjadi di CRU itu sendiri, maka saya rasa anda akan sepakat dengan saya bahwa isu pemanasan global adalah interpretasi ilmuwan modern dengan skandal kelas dunia dibaliknya.

 Nah! Kita akan langsung membahas mengenai si hacker yang berhasil mencuri kenyataan yang sebenarnya dibalik skandal terbesar dalam sejarah sains modern. Ia menyebut dirinya “FOIA”. Dia memuat semua email-email yang dibobol dari CRU di internet. Dalam email tersebut ditemukan fakta bahwa para ilmuwan dari CRU telah sepakat untuk menutupi data valid yang sebenarnya mengenai isu pemanasan global. CRU juga telah mengakui jika isi email yang sekarang ini banyak beredar di media massa memang berasal dari server mereka. Dalam salah satu percakapannya, Prof Jones mengusulkan kepada Prof. Mann untuk melakukan "trik" dengan mengubah data iklim di setiap seri untuk menyembunyikan adanya penurunan temperatur global. 

"Saya baru saja menyelesaikan trik untuk menambahkan data baru di data yang sebenarnya dari setiap seri dalam 20 tahun terakhir dan dari tahun 1961 untuk menyembunyikan penurunan (temperatur)."

 Setelah skandal ini terbongkar, Prof Mann menjelaskan kepada New York Times bahwa para ilmuwan biasa menggunakan kata "trik" untuk merujuk kepada cara terbaik menyelesaikan sebuah masalah dan tidak berarti sesuatu yang rahasia (masuk akalkah??). Dalam email yang lain, Prof Jones juga mengatakan bahwa ia lebih baik menghapus data-data yang tidak sesuai dengan klaim mereka daripada mengirim data tersebut ke peneliti lain. Prof Jones juga mendorong Prof Mann untuk melakukan hal yang sama.

 Pada tahun 2009 ini, CRU mendapat banyak kritikan karena menolak untuk merilis data yang digunakan untuk membuat laporan sejarah temperatur permukaan bumi. Permintaan dari peneliti dan ilmuwan lainnya selalu ditolak dan dalam beberapa kasus, pembuat laporan itu mengakui kalau data original yang digunakan sudah hilang. 

Selain percakapan yang terjadi antara dua profesor tersebut, email lain yang berhasil dibobol adalah email yang berasal dari Tim Osborn, salah seorang profesor lainnya di CRU. Dalam emailnya, Prof Osborn mendiskusikan dengan rekannya mengenai cara memotong data untuk menyembunyikan penurunan suhu iklim global. 

Lalu dalam email lainnya, Prof Mann meminta Prof Osborn agar tidak memforward data yang dikirimnya ke orang lain karena data itu membenarkan teori para peneliti global warming anti Al Gore. 

Bukan itu saja, salah satu email juga berisi komentar mengenai kematian John L Daly, seorang peneliti penentang Al Gore. Komentar itu berbunyi, "Dalam cara yang aneh, sebenarnya berita ini adalah berita yang menggembirakan." Yang seakan mereka senang kehilangan seorang penentang keras.

 Dengan adanya perkembangan terbaru ini, Senator James Inhofe yang terkenal anti pemanasan global versi Al Gore juga telah menuntut kongres Amerika untuk menyelidiki Pennsylvania State University dan beberapa universitas lain yang diketahui terlibat dalam pemalsuan data ini.

 Sebelumnya, tidak lama setelah ramalan mengenai mencairnya es di Himalaya dirilis oleh IPCC, pemerintah India lewat kementerian lingkungan hidup telah merilis sebuah pernyataan yang menginginkan penelitian yang independen atas kondisi salju di Himalaya. Perlu diketahui bahwa data yang digunakan pemerintah India saat ini adalah data yang berasal dari para peneliti barat. Bayangkan gunung sendiri yang memiliki data dari ilmuwan negara lain.

 Mengingat besarnya jumlah email yang berhasil dibobol, maka isi email tersebut akan diperiksa lebih lanjut oleh para peneliti lainnya untuk menemukan bukti kebohongan lainnya. Jika ditemukan bukti adanya konspirasi tingkat tinggi, maka kasus ini tentu saja benar-benar akan menjadi skandal sains terbesar di dunia. 


Seorang Ilmuwan Mengaku Tidak Ada Bukti Pemanasan Global

latif-1.jpg
 Prof. Mojib Latif

 Seorang ilmuwan yang selama ini pro isu pemanasan global versi Al Gore mengaku jika sebenarnya tidak ada bukti kompleks yang bisa menjelaskan bahwa pemanasan global memang benar-benar terjadi. Ironisnya jika biasanya para ilmuwan sekaliber dunia tiba-tiba berubah haluan selalu mendapatkan perhatian publik, maka hal ini tidak berlaku dengan Prof. Mojib Latif yang berasal dari Jerman. Prof. Latif adalah seorang ilmuwan dari Leibniz Institute of Marine Sciences di Jerman. Ia adalah seorang pendukung utama teori yang mengatakan bahwa emisi rumah kaca yang dihasilkan manusia telah menyebabkan peningkatan suhu global di bumi. Ia turut serta dalam menciptakan model iklim yang menjadi patokan bagi banyak peneliti di dunia. Ia juga pernah menerima beberapa penghargaan dalam studi mengenai iklim dan ia adalah seorang peneliti utama di IPCC (Intergovernmental Panel on Climate Change), sebuah badan milik PBB yang pada tahun 2007 menerima nobel perdamaian bersama Al Gore.

 Jadi, kita sedang berbicara dengan seorang pakar dan pemimpin utama dalam gerakan global warming-nya Al Gore. 

Nah, kejutannya datang tanpa disangka. Pada konferensi itu yang sering membahas apa yang disebut "Scientific Consensus" mengenai Pemanasan Global yang diakibatkan perbuatan manusia, Latif mengakui bahwa Bumi ini ternyata tidak mengalami pemanasan selama hampir satu dekade. Menurutnya, sepertinya kita akan memasuki masa "Satu atau dua dekade dimana suhu bumi akan mendingin".

 Teori pemanasan global Al Gore menyebutkan bahwa samudera Atlantik dan Pasifik akan menyerap suhu panas yang terkurung di bumi yang diakibatkan oleh peningkatan jumlah karbondioksida yang dihasilkan oleh manusia. Penyerapan ini akan menyebabkan atmosfer dan daratan menjadi panas. 

Namun, Prof Latif menyatakan dengan jelas bahwa Atlantik utara malah menjadi dingin. Dan mungkin akan terus mendingin hingga 20 tahun yang akan datang. Ini jelas bertentangan dengan pandangannya sebelumnya yang menyatakan bahwa bumi akan memasuki suhu mematikan pada tahun 2100. 


Apa Yang Sebenarnya Terjadi?

 Suhu bumi kita sebenarnya hanya berubah sekitar 1 derajat fahrenheit dalam satu abad terakhir jika matahari tetap stabil dengan suhunya. Salah satu juri dari American Association for The Advancement of Science Awards, Steven Milloy, mengatakan bahwa pemanasan global adalah “ibu dari segala ilmu pengetahuan sampah”. Dia pun berhasil membuktikan bagaimana pemanasan global telah terjadi tanpa adanya campur tangan manusia. Dia juga menambahkan bahwa Protokol Kyoto adalah lelucon. 

Di Rusia dilakukan suatu penelitian dan didapatkan hasil bahwa sebenarnya konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer berada pada level sekitar 370 PPM (Parts per Million), dan jika Protokol Kyoto diikuti dengan benar, maka hanya akan merubah sekitar 1 sampai 2 PPM saja di tahun 2012. bukankah ini menandakan Protokol Kyoto itu sia-sia? 

Yang menyebabkan bumi kita saat ini semakin panas adalah apa yang disebut oleh para ilmuwan sebagai ‘badai matahari’. Matahari telah memasuki siklus ‘kembali memanasnya’ yang telah diklaim para ilmuwan sebagai faktor yang telah menyebabkan bumi telah beberapa kali memasuki zaman es. Anda juga pasti akan terkejut dengan fakta yang mengatakan bahwa bukan hanya bumi kita yang sedang mengalami pemanasan, tetapi sama halnya dengan yang terjadi di bumi, bongkahan-bongkahan es di kutub planet Mars juga mulai mencair. Dengan kata lain, manusia bukanlah aktor utama dibalik pemanasan global. Jika ada yang ingin anda persalahkan mengenai isu pemanasan global, persalahkanlah matahari yang semakin memanas sehingga menyebabkan Galactic Warming (pemanasan galaksi) bukan Global Warming (pemanasan dunia). Silahkan main-main dengan Google mengenai isu ‘global warming not true’, maka anda akan menemukan banyak sekali dukungan dari para ilmuwan-ilmuwan hebat dunia. Ilmuwan rendahan biasanya hanya akan mengambil sampel dalam satu sampai empat dekade terakhir, ilmuwan HEBAT adalah ilmuwan yang tidak pernah takut bosan, mereka mengambil sampel iklim selalu sejak ribuan bahkan jutaan tahun lalu, kemudian bukan hanya buminya yang diteliti, tetapi bagaimana interaksi planet lain terhadap bumi dan sebagainya, dan mereka selalu sampai pada kesimpulan bahwa GLOBAL WARMING ADALAH IBU DARI ILMU PENGETAHUAN SAMPAH!! yoyo119.gif



 Sumber:
http://duaberita.com,
http:// newsscientist.com, 
http:// foxnews.com,
http:// nationalgeographic.com 
Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter

Komentar

56 tanggapan untuk "Fakta Sebenarnya Dibalik Isu Pemanasan Global"

JhaY pada 08:55, 25-Nov-11

postingan tngkat tinggi nie mesti di simak dngan telitilolmantap sob...

Ainudin pada 09:03, 25-Nov-11

pge kang, ijin nyimak yea. .biggrin

VIDEO NGERI ORANG DI SEMBELIH ORANG DI BAKAR HIDUP HIDUP pada 09:04, 25-Nov-11

pagi sobbiggrin makc ea infoxbiggrin

|> al.awwabin <| pada 09:04, 25-Nov-11

hadir kang.
ijin di baca dlu ia kang artikel y??

SagerMx pada 09:06, 25-Nov-11

Wah ternyata kita di boongin.. Sialan tuh orng.. mrgreen

thanks info nya sob..

Other Side ⡩ pada 09:10, 25-Nov-11

wewww.. Klo ane ibu nya spa sob???
biggrin

Other Side ⡩ pada 09:13, 25-Nov-11

klo ane jd ibu nya dr spa ya sob??? biggrin

endryct« pada 09:21, 25-Nov-11

Hadir sob. .
Siapa ya dalang prtama dr smua manipulasi itu ?
Jd pnasaran. . biggrin

Dhanjeung | Collection Of The Latest Applications pada 09:24, 25-Nov-11

manttabbbbb

·ANDFIRE· pada 09:25, 25-Nov-11

mantaph sob,., for inpo
dtunggu knjung blik nya gan biggrin

Amir pada 09:31, 25-Nov-11

nambah nih ilmu gw.

amrull_Amri | prefer fair user™ pada 09:32, 25-Nov-11

waow selesai jga bca2nya. . .lelah jga he.he.he . . .si hacker mantabh . Mencuri data. email para ilmuwan. .yg membodohi publik . .tentang laporan skandal di balik itu semua. .nice artikel sob. .thanks smile

Rizky Hermawan pada 09:55, 25-Nov-11

wah mantap ne kang... maaf ane datang telat mrgreen

Rahmat Hidayat pada 10:13, 25-Nov-11

nice info gan biggrin

Arya pada 10:20, 25-Nov-11

alhamdulillah sempat juga mampir untk menyimak artikel yang mantap ini semangat 45 sob lanjutkan perjuangan mu

Uyunks pada 10:26, 25-Nov-11

Wah baru tau aku sob,gak sia-sia aku jauh-jauh datang ke blog nya sobat..ternyata dapat info yg brguna..makasih sob.

Idan Ramadhan pada 10:32, 25-Nov-11

GLOBAL WARMING ADALAH IBU DARI ILMU PENGETAHUAN SAMPAH!! ...
Ya dunia penuh dengan konspirasi ya. ?
Slamat pagi sobat . . .

cumcum pada 10:33, 25-Nov-11

pengetahuan yang baru...makasih kang

Nailul Marom pada 10:36, 25-Nov-11

hdir n nymak aja sob,,,
hanya pnya wktu sbntar ug,,,,,

Iwanwahyu pada 10:36, 25-Nov-11

wah mantap sobat

BLACK LIONESS pada 10:42, 25-Nov-11


@JhaY: haha.. biasa aja kali, thx ea sob

@Ainudin: met pagi juga sob

@VIDEO NGERI ORANG DI SEMBELIH ORANG DI BAKAR HIDUP HIDUP: pagi juga, thx juga udah mampir lagi

@|> al.awwabin <|: monggo sob

@SagerMx: ea begitulah sob, inilah fakta sebenarnya

@endryct« : seperti biasanya sob, dunia konspirasi selalu terselubung, yang muncul cuma 'boneka'nya saja. blum ada yang tahu pasti siapa dalang utama dan untuk apa motifnya

@Dhanjeung | Collection Of The Latest Applications: tengkyuuuuuuuuuu sobbbbb, hehe...

@·ANDFIRE·: thx udah mampir, segera ke tkp sob

@Amir: semoga berguna ea sob

@amrull_Amri | prefer fair user™: maaf sob kalau kepanjangan, ni aja udah aku rangkum, hehe...

@Rizky Hermawan: gpp kok sob, thx ea

@Arya: Insya Allah, thx ea sob atas supportnya

@Uyunks: jauh??? emang kamu di alaska gitu??? hehe...
semoga bisa berguna ea sob

Sunan pada 10:42, 25-Nov-11

Menarik sekali..
Disini di tempat tinggal saat ini hawanya masih sejuk, di daerah kaki bukit yg hutannya sbagian bsar msh rimbun.
Pemanasan global slain faktor manusia juga karena usia bumi sudah tua, bahkan tua renta dan mungkin sbntar lg akan???
Dorr! Meledak!

Cabax Cc pada 10:44, 25-Nov-11

ni bacaan klas wahid ni ... biggrin

BLACK LIONESS pada 10:58, 25-Nov-11


@Idan Ramadhan: ea....silakan kamu renungkan sob

@cumcum: kembali kasih sob

@Nailul Marom: ok sob, silakan dilanjut dulu

@Iwanwahyu: thx sob

@Sunan: yup, bener banget sob, dunia udah renta, tinggal nunggu waktu aja, jadi gak usah mencari kambing hitam

@Cabax Cc: yey, napa nama kakek aku dibawa2 sob, hehe...

Blog untuk semua pada 11:04, 25-Nov-11

nyimak aja kawan, salam kenal aja, mampir yo!

BLACK LIONESS pada 11:11, 25-Nov-11




@Blog untuk semua: ok sob, segera ke tkp

Afif pada 11:28, 25-Nov-11

kira2 apa untung nya ya buat ilmuan ? ?
Aneh bin saiful

tukimin pada 13:01, 25-Nov-11

sehari gk hadir rasanya gimanaaaaa....gtu...! Hadir yang kesekian x nya masista hehehehe mrgreen

BLACK ANGEL pada 13:24, 25-Nov-11

.nice info s0b. .

MLM◆life ™ pada 13:40, 25-Nov-11

Telat deh.. Datang nya..sad

Pulsa Elektrik pada 13:49, 25-Nov-11

benar2 mantaf artikelnya bro.ane nyampe nikmatin banget nich baca artikel

PaWeLaH™ pada 13:52, 25-Nov-11

hadir absen siang sob...

ANDRI.K.S pada 14:05, 25-Nov-11

Wow,,,,amazing,,

Alfand™ pada 14:12, 25-Nov-11

haadiir tlat sob razz. Jd gni y isu2 pmnsan global itu. Hmm,.. Mntp sob. Nice info..

Tauriza pada 15:12, 25-Nov-11

artikel yg menark dan bermanfaat s0b

Yanz'rimba pada 15:17, 25-Nov-11

memang sob orang pinter itu kebanyakan suka minterin orang alias nipu kaya si Al gore itu..biggrin met sukses slalu

BLACK LIONESS pada 16:02, 25-Nov-11


@Other Side ⡩: ea ibunya anak kamu, hehe... (maaf komennya keselip tadi)

@Afif : ilmuwan hanya kaki tangan sob, pasti ada pihak dibelakang itu semua, cuma motifnya masih simpang siur

@tukimin : jiah...siapa lagi ini ea???

@MLM◆life ™: gpp sob, yang penting masih semangat cari ilmu,hehe..

@Pulsa Elektrik: semoga bermanfaat ea sob, thx atas kunjungannya

@PaWeLaH™ : ok sob

@ANDRI.K.S: haha..kok amazing sich??

@Alfand™: kurang lebih inilah faktanya sob

@Tauriza : semoga berguna bagi kita semua ea sob

@Yanz'rimba : biasanya emang gitu, hehe..

demakx ngeblog pada 16:10, 25-Nov-11

wah keren sob

BLACK LIONESS pada 17:41, 25-Nov-11

@demakx ngeblog: thx sob, met sore aja

Bujank pada 17:54, 25-Nov-11

wah wajib di baca ni...salam bloger sob..
bujank.mywapblog.com

BLACK LIONESS pada 18:25, 25-Nov-11


@Bujank: salam kenal sob, thx ea udah mampir

Bujank pada 18:38, 25-Nov-11

sama2 sob... biggrin

BLACK LIONESS pada 19:02, 25-Nov-11


@Bujank: thx udah balik lagismile

Budiyanto pada 20:41, 25-Nov-11

kunjungan prdana sob

Budiyanto pada 01:57, 26-Nov-11

hadir absen sob

BLACK LIONESS pada 10:33, 26-Nov-11


@Budiyanto: thx udah mampir ea sob, salam kenal aja

Rahmat Hidayat pada 10:43, 26-Nov-11

di banjarmasin cuacanya lagi panas ni kang ..hehee

Arsyi Agung Phameswara pada 02:17, 28-Nov-11

jadi ngga ada global warming ya kang? Ya udah gpp lah..hehe..yu mari ngopi2 di gubuk saya ?

BLACK LIONESS pada 04:34, 28-Nov-11


@Arsyi Agung Phameswara: eaaa, begitulah sob

Ghost Story pada 00:20, 30-Nov-11

nice info smile

suxgeek pada 06:14, 17-Des-11

Ya emang udah mau kiamat. Ane suka nih blog. Tulisannya bikin kita mikir.

BLACK LIONESS pada 09:09, 17-Des-11


@Ghost story: thx sob

@Suxgeek: thx udah mampir sob, smoga posting2 di blog ini bisa membuka mata kita

dilla pada 08:46, 24-Mar-12

blom lengkap nh mas bro.
Trus maksud dari para peneliti itu membuat isu global warming itu apa??
Apa ada keuntungan buat mereka membuat berita hoax begitu??

Hhmmmmm :/ pada 07:06, 16-Peb-13

mank tu ilmuan muslim tau kagak?

oohh, jd kt salahin matahari?
jd skrang boleh nggak buang sampah smbarangan?, nebang pohon scr ilegal?, boros2 energi gapapa kan?, kan bukan ulahnya manusia....
toh manusia gak salah, biarin seenaknya aja..

agung pada 20:05, 14-Apr-13

walaupun aktor utama bukan manusia, bukan berarti kita bisa seenaknya buang sampah sembarangan, boros energi, menebar asap kendaraan/asap rokok (polusi) dan tidak menjaga kelestarian alam. kenapa matahari yg disalahkan? smile that's the question of life!

danil ependi pada 00:03, 10-Mar-14

mau nanya, seandai nya kalau kita lihat kondisi alam kita saat ini, semua nya memang jelas kalau pemanasan global telah terjadi, seperti suhu di bumi semakin meningkat dan es di kutub banyak yang mencair.

Jadi apa betul pemanasan global cuma ISU nya saja ?

#mohon penjelasan nya mas

Langganan komentar: [RSS] [Atom]

Komentar Baru

[Masuk]
Nama:

Komentar:
(Beberapa Tag BBCode diperbolehkan)