G30S/PKI dalam Tiga Versi Kisah Sejarah

Di posting oleh BLACK LION pada 10:36 AM, 06-Jan-12 • Di: fakta
komunis.jpg

Januari 1965 mendung menyelimuti Jakarta. Rakyat letih dan cemas. Isu kudeta mere-bak di tengah inflasi meroket. Bahan-bahan kebutuhan pokok lenyap di pasaran. Setiap hari rakyat harus sabar berdiri dalam antrean panjang untuk menukarkan kupon pemerintah deng-an minyak goring, gula, beras, tekstil, dan kebutuhan lainnya. Rupiah nyaris tidak ada nilai-nya . 

Begitulah setidaknya gambaran ibukota di awal-awal tahun 1965. Keadaan ekonomi negara dan rakyat semakin buruk tiap tahunnya, setidaknya sampai tahun 1968. Tahun yang membuat seluruh bangsa terperangah, sampai pada perubahan sistem politik dan rezim yang berkuasa. Mendung yang menandakan bahwa tahun itu adalah tahun yang “terkutuk”, terku-tuk karena tahun itulah terjadinya apa yang kita kenal dengan Gerakan 30 September/Partai Komunis Indonesia (G30S/PKI). 

Peristiwa pemberontakan G30S/PKI memang akan selalu menjadi ingatan bangsa dalam perjalanan sejarah. Peristiwa yang merenggut setidaknya tujuh orang perwira Angkatan Darat yang selanjutnya disebut Dewan Revolusi. Bahkan pada waktu-waktu berikutnya ada 500.000 – 1.000.000 jiwa manusia yang diambil untuk membayar peristiwa tersebut. Secara politik peristiwa tersebut terpaksa menyeret Bung Karno dari tampuk kekuasaanya. 

Sampai sekarangpun sesungguhnya peristiwa G30S/PKI tersebut masih menimbulkan pertanyaan banyak pihak. Walaupun pemerintah pada tahun 1996 telah menerbitkan secara resmi mengenai peristiwa tersebut dalam satu buku. Tetapi hal itu tetap tidak cukup dipercaya oleh sebagian besar kalangan, karena masih terdapat banyak kejanggalan. Sehingga banyak buku-buku lain yang terbit yang menceritakan sisi lain dari peristiwa tragis tersebut. 

Oleh karena itu dalam tulisan ini akan disampaikan beberapa versi yang menyangkut peristiwa G30S/PKI tersebut. Baik yang bersumber resmi dari pemerintah, maupun dari kete-rangan saksi dan pelaku yang dituduh terlibat dalam gerakan tersebut, juga dari tulisan repor-tase dari beberapa wartawan. 



Versi Buku Putih 

mbs-soeharto4-gallery-56.jpg

Pada tahun 1994 Sekretariat Negara (Setneg) menetbitkan satu buku yang mencerita-kan kronologi sampai pada penumpasan G30S/PKI secara sistematis. Buku itu menjadi satu-satunya sumber sejarah resmi yang diterbitkan negara menyangkut G30S, yang dikenal deng-an sebutan buku putih. Buku yang konseptor dan editor utamanya adalah presiden yang ber-kuasa saat itu Soeharto. 

Awalnya menurut buku tersebut, dalam rangka mendiskreditkan TNI-AD (yang di- anggap sebagai musuh oleh PKI), PKI melancarkan isu Dewan Jenderal. Isu Dewan Jenderal diciptakan Biro Khusus PKI sebagai bahan perang urat syaraf untuk membentuk citra buruk terhadap pimpinan AD di mata masyarakat. Dikatakan bahwa “Dewan Jenderal” terdiri atas sejumlah Jenderal TNI-AD, seperti Jend. A.H. Nasution, Letjen Ahmad Yani, Mayjen S. Parman, dan lima jenderal lainnya yang dianggap anti PKI. 

Pada sekitar awal September 1965 dilancarkan isu bahwa Dewan Jenderal akan mere-but kekuasaan dari Presiden Soekarno dengan memanfaatkan pengerahan pasukan dari daerah yang didatangkan ke Jakarta dalam rangka peringatan HUT ABRI pada tanggal 5 Oktober 1965. Isu ini semakin dikuatkan oleh Dokumen Gilchrist, Gilchrist sendiri merupakan Duta Besar Inggris untuk Indonesia yang bertugas 1963 – 1966. 

Dokumen itu sendiri di dalamnya terdapat tulisan our local army friend, pada intinya memberikan kesan bahwa TNI-AD bekerjasama dengan Inggris, yang pada waktu itu dika- tegorikan sebagai salah satu kekuatan Nekolim. Oleh Dr.Soebandrio dokumen itu diberikan kepada Bung Karno (BK), sehingga pada 27 Mei 1965 BK mengumpulkan seluruh panglima angkatan di Istana Bogor utnuk tujuan klarifikasi. Klarifikasi terutama ditujukan untuk Letjen Yani sebagai Men/Pangad, dan Letjen Yani membantahnya. 

Menurut buku putih tersebut sejak bulan Juli – September 1965, pelatihan pasukan su-karelawan dilakukan secara intensif dan massif dengan alasan untuk memperkuat pasukan Dwikora atas instruksi Men/Pangau Omar Dani. Penyelenggaraan pelatihan tersebut dipusat-kan di Lubang Buaya, Pondok Gede, dengan pimpinan pelatihan yaitu Mayor Udara Sujono sebagai komandan. Keterlibatan TNI-AU sangat besar dalam kegiatan ini, karena peralatan pelatihanpun diusahakan dari gudang TNI-AU. 

Selanjutnya pada akhir Agustus sampai dengan akhir September 1965, Biro Khusus Central PKI secara maraton mengadakan pertemuan-pertemuan yang kesimpulannya dilapor-kan kepada Ketua CC PKI D.N.Aidit, yang saat itu juga menjabat Menteri Koordinator di da-lam Kabinet Dwikora. Pertemuan dan rapat-rapat tersebut membicarakan kesiapan gerakan pemberontakan, terutama kesiapan secara militer. 

Secara struktural sesuai dengan keputusan Politbiro CC PKI bahwa pimpinan tertinggi gerakan di tingkat pusat berada di tangan D.N. Aidit, karena memang selain di Jakarta gerakan yang sama dilakukan di beberapa daerah di Indonesia. Sementara untuk komando di lapangan gerakan tersebut dikomandani Letkol. Untung, Untung sendiri merupakan Dan Yon Pengawal Presiden. Di lapangan gerakan tersebut terbagi dalam tiga pasukan yaitu Pasukan Gatotkaca, Pasukan Pasopati, dan Pasukan Bimasakti. 

Pada tanggal 28 September 1965, Sjam selaku Kepala Biro Khusus Central PKI mela-por kepada D.N. Aidit bahwa penentuan Hari-H dan Jam-J tanggal 30 September pukul 04.00 dan disetujui. Sementara sasaran utama gerakan yaitu Jend. A.H. Nasution, Letjen. Ahmad Yani, Mayjen Haryono MT, Mayjen Soeprapto, Mayjen S. Parman, Brigjen D.I. Panjaitan, dan Brigjen Sutojo S. 

Perintah untuk gerakan ini jelas yaitu menangkap perwira-perwira di atas hidup atau mati. Di lapangan sesungguhnya gerakan ini telah gagal dengan kurangnya koordinasi yang baik, koordinasi antar pasukan ataupun koordinasi antara pasukan dan pimpinan. Walaupun secara umum sasaran gerakan tercapai kecuali Jend. Nasution, tetapi itu telah dibayar oleh nyawa putrid Nasution Ade Irma Suryani dan ajudannya Lettu. Pierre Tandean. 

Diceriterakan betapa kejamnya aksi penculikan yang dilakukan oleh gerakan ini. Be-rapa jenderal telah ditembak mati duluan di kediamannya seperti yang dialami Letjen Yani, Mayjen Haryono, dan Brigjen Panjaitan. Sementara yang lainnya disiksa habisa-habisan da-hulu sebelum ditembak jatuh ke sumur, mereka ini yaitu Mayjen Soeprapto, Mayjen Parman, Brigjen Sutojo, dan Lettu Tandean. Seluruh korban penculikan di bawa ke Lubang Buaya, Pondok Gede dan diserahkan kepada pimpinan Pasukan Gatotkaca Lettu. Dul Arief. 

Pada paginya tersiarlah kabar bahwa pimpinan-pimpinan teras AD diculik oleh suatu gerakan pemberontak. Gerakan yang dilakukan oleh sekelompok orang yang berusaha meng-kudeta Presiden Soekarno, gerakan yang dicurigai dikendalikan oleh Partai Komunis Indone-sia (PKI). Dalam proses pencarian korban penculikan, pengendalian keamanan ibukota, sam-pai pada proses penumpasan inilah terlihat jelas betapa besar jasa Mayjen. Soeharto yang saat itu menjabat sebagai Pangkostrad. 

Mayjen Soeharto sebagai Pangkostrad mempunyai keyakinan bahwa gerakan tersebut merupakan gerakan PKI yang bertujuan menggulingkan dan merebut kekuasaan dari Peme-rintah Republik Indonesia yang sah. Yang selanjutnya oleh Soeharto gerakan ini disebut se-bagai Gerakan 30 September/Partai Komunis Indonesia (G30S/PKI). Pangkostrad berhasil menguasai kembali alat-alat vital negara seperti Kantor RRI dan Telkom, yang sempat dikua-sai oleh G30S, pada tanggal 1 Oktober pukul 19.00. 

Mayjen Soeharto mengangkat dirinya sebagai pimpinan sementara AD menggganti-kan Letjen Yani. Dengan kekuasaan AD yang ada di tangannya Soeharto melakukan perlawa-nan langsung terhadap G30S sampaai keesokan harinya. Sampai tanggal 2 Oktober pukul 14.00 pasukan pendukung G30S menghentikan perlawanannya dan melarikan diri ke daerah Pondok Gede. Dengan hancurnya kekuatan fisik G30S di ibukota, operasi selanjutnya dilan-jutkan untuk mencari para korban penculikan. Hingga akhirnya atas perintah Pangkostrad di-lakukan penggalian atas timbunan tanah di atas sumur tua, pada tanggal 3 Oktober pukl 17.00 yang dicurigai tempat pembuangan mayat korban penculikan, dan benar. 


Versi Wartawan 

Di bagian ini akan diceriterakan peristiwa Gerakan 30 September/Partai Komunis In-donesia (G30S/PKI) oleh seorang wartawan Kompas bernama Maruli Tobing (2001), yang dimuat dalam buku Dialog Dengan Sejarah. Dalam tulisannya bahwa G30S bukanlah gerakan yang berada di bawah kendali sebagai partai seper-ti yang dikatakan Soeharto. Walaupun memang ada orang-orang PKI yang trebukti terlibat di dalamnya secara langsung maupun tidak langsung. 

Menurut Tobing G30S merupakan desainan Amerikan Serikat melalui lembaga CIA- nya, dan PKI dijadikan kambing hitamnya. Ditambah dengan konflik intern di dalam tubuh AD antara pihak yang anti-Soekarno seperti Jend. Nasution dan Mayjen Soeharto, dengan yang pro-Soekarno seperti Letjen Yani. Walaupun memang ketiga-tiganya membenci kehadi-ran PKI di kancah politik, tetapi untuk tingkat loyalitasnya terhadap BK tidak sama. 

Sebelum tahun 1965 sebenarnya CIA telah seringkali mencoba melakukan kudeta ter-hadap BK dengan berbagai cara. Seperti memberikan bantuan dana satu juta dollar AS untuk partai yang anti-PKI dan anti-Soekarno, yang ditransfer melalui Hong Kong untuk membia-yai kampanye tahun 1995. Selain itu Peristiwa Cikini juga merupakan salah satu upaya men-jatuhkan BK dengan cara pembunuhan, yang didalangi CIA. Namun tetap tidak berhasil. 

Dalam kasus G30S, Tobing menilai bahwa ada main mata antara TNI-AD dan CIA, dengan beberapa bukti membenarkan itu. Satu di antara bukti itu yaitu adanya satu telegram dari Kedubes AS di Jakarta yang masuk ke Deplu AS di Washington tanggal 21 Januari 1965. Isinya informasi pertemuan pejabat teras AD pada hari itu, dalam pertemuan itu salah satu perwira tinggi AD yang hadir bahwa adanya rencana pengambilalihan kekuasaan jika Bung Karno berhalangan. 

Kapan rencana ini akan dijalankan, bergantung pada keadaan konflik yang sedang di-bangun beberapa pecan ke depan. Dalam 30 atau 60 hari kemudian AD akan menyapu PKI. Arsip telegram yang tersimpan di Lyndon B. Johnson Library dengan nomor control 16687 itu menyebut, beberapa perwira tinggi lain yang hadir malah menghendaki agar rencana itu dijalankan tanpa menunggu Soekarno berhalangan, 

Dalam tulisannya Tobing lebih menekankan bahwa sesungguhnya persamaan persepsi antara pimpinan teras AD mengenai PKI, akhirnya berbenturan pada loyalitas tergadap Bung Karno. Yang oleh sebagian jenderal BK terlalu lunak dan selalu melindungi PKI yang dapat merusaka persatuan dan kesatuan bangsa. Sehingga jenderal-jenderal yang anti-Soekarno mendekati AS yang telah diketahui telah lama ingin menggulingkan Soekarno dan PKI. 


 Versi Saksi dan Pelaku 

Versi ini merupakan hasil wawancara dan intisari dari otobiografi para saksi dan pe-laku G30S, yang terangkum dalam buku yang berjudul Saksi Dan Pelaku Gestapu (2005). Pada bagian ini para saksi dan pelaku G30S yang pernah diadili di Mahmilub dan menekan di penjara selama puluhan tahun, lebih menekankan pada pengaruh Soeharto. 

Bahwa hampir se-luruh saksi dan pelaku menyatakan bahwa Pangkostrad saat itu sesungguhnya sudah menge-tahui akan adanya gerakan pemberontkan. Bahkan Pangkostrad Mayjen Soeharto disebut se-bagai konseptor gerakan tersebut. Beberapa saksi dan pelaku di dalam buku tersebut yang dimuat petikan wawancara dan kutipan otobiografinya yaitu, May-jen Soeharto, Seka Bungkus, Letkol Heru Atmodjo, Kolonel Latief, Laksdya Omar Dani, Mayjen Pranoto Reksosamodra, dan Jend. A.H. Nasution. 

Seperti yang diceriterakan Kolonel Latief yang saat itu menjabat sebagai Komandan Brigif I Jayasakti, dan di Buku Putih disebutkan bahwa ia merupakan wakil dari pimpinan ge-rakan Letkol. Untung. Pada persidangan di Mahmilub ia divonis penjara seumur hidup, se- telah pledoinya ditolak. Setelah runtuhnya Orde Baru, Kol. Latief akhirnya dibebaskan bu- lan April 1999 dari Rutan Salemba selama 33 tahun 5 bulan dipenjara. 

Bahwa dua malam berturut-turut sebelum meletusnya G30S, ia telah melapor ke Pangkostrad Mayjen Soeharto, tentang adanya rencana menghadapkan tujuh jen-deral kepada presiden. 

Pada 28 September malam ia mendatangi Pak Harto di rumahnya, untuk menanyakan isu Dewan Jenderal. Dan ternyata Pak Harto telah mengetahuinya melalui anak buahnya dari Yogya, Bagio. Menurut informasi yang didapatnya bahwa Dewan Jenderal akan melakukan kup terhadap BK. Sementara tanggal 29 malamnya melapor ke Soeharto di RSPAD Gatot Subroto, bahwa besok aka nada tujuh orang jenderal AD yang akan dihadapkan ke presiden. Dan reaksinya Pak Harto hanya manggut-manggut, dan selesai. 

Ini setidaknya menunjukkan bahwa sebenarnya Mayjen Soeharto sudah mengetahui bahwa aka nada rencana kudeta terhadap Bung Karno oleh Dewan Jenderal. Dan rencana me-nghadapkan tujuh orang jenderal AD ke BK. Tetapi Mayjen Soeharto sebagai Pangkostrad tidak mengambil tindakan apapun. 

Mana Yang Benar? 

Dari ketiga versi di atas penulis merasa versi wartawan lah yang paling dapat diperca-ya. Karena memang tidak mungkin semudah yang dibayangkan untuk menjatuhkan Presiden Soekarno dari tampuk kekuasaan, sementara masih banyak rakyat yang mencintainya. Apalagi di dalam tubuh AD sendiri terdapat dua faksi yang anti dan pro terhadap Soekarno, sehingga cukup sulit jika AD melaksanakan sendirian kudeta tersebut. 

Akhirnya faksi yang anti-Soekarno mau tidak mau harus mencari bantuan asing yang dirasa berkepentingan yang sama dengan AD, dan itu tidak lain Amerika Serikat. Dan kebe- tulan karena ada gerakan pemberontak dari orang-orang yang mencintai Soekarno dengan sepenuh hati yang berusaha “membuang” jenderal-jenderal AD yang tidak loyal. Ditambah mereka berasal dan dibawah kendali D.N. Aidit yang notabene merupakan Ketua Politbiro CC PKI, maka jadilah PKI sebagai kambing hitamnya. 
soeharto.jpg



Referensi 
-Lesmana, Surya, 2005, Saksi Dan Pelaku Gestapu, 
-Media Pressindo: Yogyakarta. Oetama, Jakob, et al, 2001, 
-Dialog Dengan Sejarah Soekarno Seratus Tahun, 
-Kompas Media Nusantara: Jakarta. 1994, 
-Gerakan 30 September Pemberontakan Partai Komunis Indonesia, 
-Sekretariat Negara RI: Jakarta. Ekamara Ananami Putra
Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter

Komentar

69 tanggapan untuk "G30S/PKI dalam Tiga Versi Kisah Sejarah"

JhaY Amowater pada 11:00 AM, 06-Jan-12

kmntr dulu ya cozx harus di baca pelan2 nich biar tahu sejarah yg sbenarx,,mksh sobat udah share

*langsung mnyimak dngn tnang...

CUMCUM pada 11:01 AM, 06-Jan-12

tulisan-nya sangat bermanfaat banget sob smile,sukses selalu ya

Yogaagoy pada 11:17 AM, 06-Jan-12

ane suka yg postingan yg judulnya bung karno pernah membuat amerika mati kutu. . .

Nicholiz pada 11:23 AM, 06-Jan-12

sjak dlu bginilah politik,deritanya tiada akhirbiggrin

VIDEO ORANG DI SEMBELIH ORANG DI BAKAR HIDUP2 by fuadi ghazali pada 11:24 AM, 06-Jan-12

ane cpas dlu unk di jdkan file txt sobbiggrin

XTIARBUMI ™ pada 11:30 AM, 06-Jan-12

KUNJUNGAN PAGI GAN. MANTAP INFONYA. SUKSES SLALU razz

BLACK LIONESS pada 11:31 AM, 06-Jan-12

@JhaY Amowater : semoga bermanfaat ea sob

@CUMCUM : ok sob, sukses buat km jg ea

@Yogaagoy : makasi sob

@Nicholiz : jiah..malah kayak panglima tian feng, hehe..

@VIDEO ORANG DI SEMBELIH ORANG DI BAKAR HIDUP2 by fuadi ghazali: ok sob, silakan

BLACK LIONESS pada 11:36 AM, 06-Jan-12

@XTIARBUMI ™: met pagi sob, sukses buat km jg

Teguh_cahjowo pada 11:38 AM, 06-Jan-12

ane blum percaya sma, dalam pki blum spenuhnya pki, krna byak yg bkan pki tp tercap pki, menurutku mungkin ja no 3 ada bnarnya.

Rizky Hermawan pada 11:40 AM, 06-Jan-12

Wah trnyata sma dgn pljrn ane dskulah,
thx ya udh share smile

Bujank pada 12:14 PM, 06-Jan-12

Ada orng dlam d blik konflik it..Taux cma it..He2

Budiskj pada 12:22 PM, 06-Jan-12

Nyimak sob

fin788™ pada 12:24 PM, 06-Jan-12

comment dlu baru d baca sobsmile

Rahmat Hidayat pada 12:42 PM, 06-Jan-12

thanks artikelnya kang

dharmawan newbie pada 01:04 PM, 06-Jan-12

blog ini memang keren gak ada matinya. Postnya bermutu tinggi. Okay.. No coment for this one. Hanya saja saya berterima kasih telah bercerita untuk saya. Selamat siang. wink

Kang Memet pada 01:11 PM, 06-Jan-12

Komentar dlu bru bca sob.. Biar nnti gx ktinggalan..hehe lol

Yanz'rimba pada 02:01 PM, 06-Jan-12

ane gk ngerti politik sob ..(no comment) makasih infonya

Sarilah pada 03:16 PM, 06-Jan-12

Kurasa memang versi kedua yg benar.walaupun keadaan tahun itu sulit masih banyak rakyat yang mencintai bung karno.sygnya bung karno terlalu dekat dengan pki sehingga ketika pki dijadikan kambing hitam,nama bung karno ikut tersangkut sehingga beliau terpaksa memberikan mandat kepada pak harto.

Ghost pada 04:23 PM, 06-Jan-12

Nice info sob biggrin

Ayber pada 05:01 PM, 06-Jan-12

Aq suka yg sejrh2 gnibiggrin

Nailul Marom pada 05:18 PM, 06-Jan-12

siiip.....
mantab tuh,
wink

Zen's pada 06:05 PM, 06-Jan-12

mantaf

Sarilah pada 07:37 PM, 06-Jan-12

Akibat kejadian ini ratusan ribu bahkan jutaan orang jadi korban.baik langsung ataupun tak langsung,ribuan orang dipenjara tanpa proses pengadilan bahkan dibuang di pulau buru.stelah keluarpun mendapat cap yg tidak layak,tak boleh kerja di pemerintahan dan macam2 penderitaan(kaya yg ngalamin aja)semoga kejadian kelam ini tidak terjadi lagi dimasa depan.

Sepzz Czr'65 pada 05:09 AM, 07-Jan-12

wah. .emg kumunis partai yg sadis. . Thank y info'y smile
Skses slalu y wink

afif pada 06:02 AM, 07-Jan-12

mba, ane cenderung ke versi saksi dan pelaku. Pertama merekalah yg mengalami,jk menurut saksi dan pelaku may-jen suharto yg menjadi konseptor dan yg menulis buku putih .mka bsa di kta kan peristiwa di buku putih hasil karangan. Dan jika versi WARTAWAN dan versi SAKSI DAN PELAKU digabungkan mungkn begini bunyinya "G30SPKI merupakan design amerika melalui CIA dan bekerjasama dg May-Jend suharto"

MaAF itu cuma pendapat, tp memang Klo di buku pelajaran "7 jendral dibunuht PKI pda 30 september dan di buang ke lubang buaya" dan kta nya ada anak jendral yg tewas krn melindungi ayahnya.
Begitulah kira-kira

Dorry pada 08:30 AM, 07-Jan-12

mantap sob...mksh infonya

Http://dorry.mywapblog.com

Sayv pada 08:38 AM, 07-Jan-12

ikut nyimak kangbro, srius nih baca.y wk. . ,
seru, jd tmbh wawasan. ,
thanks ya kangbro udah share. ,
jgn lupa mampir kelapak ane. ,
smile

Black Angel pada 08:54 AM, 07-Jan-12

Info yg brmanfaat. .

Sarilah pada 09:02 AM, 07-Jan-12

Tumben blm dibls,lg masak ya mrgreen

BLACK LIONESS pada 12:57 PM, 07-Jan-12

@Teguh_cahjowo: bener bgt sob, bnyk yg menjadi korban pembunuhan gara2 dicap sebagai anggota PKI, Tp itu ternyat bntk konspirasi lain utk mengurangi jumlah penduduk.

@Rizky Hermawan: kalo pelajaran sejarah aku dl cenderung ke versi buku putih sob

@Bujank: bener bgt sob

@Budiskj: ok sob

@Fin788: silakan dilanjut sob

@Rahmad Hidayat: thx juga udah mampir sob

@Dharmawan Newbie: aku akn trus berusaha posting ttg fakta2 yg jrg kita ketahui sob, thx jg buat km

BLACK LIONESS pada 01:07 PM, 07-Jan-12

@Kang Memet: ok deh kalo gitu sob

@Yans'rimba: haha..ok deh sob

@Sarilah: inilah bntuk dr kedekatan BK dgn Uni Sovyet, beliau mengijinkan PKI utk ttp exist di negeri ini, dan akhirnya malah menjadi bumerang bagi Beliau, ketika ada kepentingan utk melengserkan Beliau, maka PKI dihancurkan dgn menjadi kambing hitam dan terjadi pembunuhan masal thd org yg dituduh menjadi anggota PKI tsb, good comment jeng, maaf msh numpuk kerjaanya, hehe..

BLACK LIONESS pada 01:28 PM, 07-Jan-12

@Sayv: segera meluncur sob, thx ea

@Black Angel: makasi ea sob

Rnb_serdadufals pada 04:36 PM, 07-Jan-12

Nice,,saya suka post2 mengandung sejarah,,pa laggi yang ada bungkarno nya,,smile

amrull_Amri | prefer fair user™ pada 04:50 PM, 07-Jan-12

hadir . . Udah kubaca . . sisi politik berakibat buruk . . Tujuan kekuasaan. .

Ipank pada 08:20 PM, 07-Jan-12

keren sob. .
Ditungu Yg lebih keren. . .

Cherbond Blog's™ pada 08:39 PM, 07-Jan-12

Artikelmu bagus gan smile
Ditunggu kunjungan baliknya smile

www.ti.co.id/?mitra=cherbond1

Rizkycandra pada 10:57 PM, 07-Jan-12

nice inpo kang..
Saya menganut versi buku pelajaran aja deh.. Jhahai

Salam
www.rizkycandra.mywapblog.com/

Zainuddin pada 02:34 AM, 08-Jan-12

Tajam & Mantap, haus kekuasaan boleh sj tp kalo udah jd penguasa pikirin rakyat dong jgn masabodo

afrin pada 08:38 AM, 08-Jan-12

maaf mbk telat ne hadirnya,nice post n ttp smgt mbk

minority pada 12:26 PM, 08-Jan-12

konfirasi

demakx ngeblog pada 01:27 PM, 08-Jan-12

sip sob, ma'af baru bisa mampir, di karna kan dunia nyata

ANDRI.K.S pada 04:40 PM, 09-Jan-12

Mantab sob,,,

Sarilah pada 08:12 PM, 09-Jan-12

kok blm apdet,si lepi rewel lagi?

Jankisk pada 08:29 PM, 09-Jan-12

Perdana sob..aduuh sip banget postingannya..ijin follow ya sob..sukses dah.!wink

®Propolis|blog herbal® pada 11:40 PM, 09-Jan-12

Ijin nyimak dulu sobbiggrin.

MR. GPRS ™ pada 12:21 PM, 10-Jan-12

Aku sih milih yang ada penguburan para jendral krna kenyataan yang benar bahwa para TNI sprti A Yani dibuang kesebuah lubang bawah tanah yang kemudian disebut *Lubang Buaya*.. Buka lagu *Kubang Buaya* lho ya,, he he

Fi®mAn ™ pada 07:04 PM, 10-Jan-12

maaf gan gk sempet nyimak, , , buru2, nanti ane blik lg

http://pandaartistafc.heck.in pada 04:34 PM, 12-Jan-12

Info keren sob. Ijin nongkrong bentar buat baca-baca 8)

Amri Hayirzaf pada 02:51 PM, 13-Jan-12

arrow assalamu'alaikum gan.. Maaf nih baru kunjung.. Ane sibuk bgt gan...

arrow sukses selalu sob..

arrow mampir2 dirumahku sob, thanks..

arrow http://amriel.mywapblog.com

Achir pada 04:46 PM, 15-Jan-12

jadi inget pelajaran SD dulu nih..
Mudah2an anak2 remaja sekarang bs terinspirasi perjuangan para pahlawan qt yg tlah rela berkorban demi bangsa, sehingga bs mjd warga negara yg cinta bangsa...

Idan Ramadhan pada 07:24 AM, 16-Jan-12

propaganda biar merebut kekuasaan..
Dulu kan USA takut ma BK.. Makanya dikudeta tentunya dngan bntuan asing

BLACK LIONESS pada 10:07 AM, 16-Jan-12

buat semua: maaf ea gak bisa bales komen satu persatu dan maaf juga blog ini agak lambat merespon, makasih bnyaka tas kehadiran dan komen yg udah ditulis, skali lagi saya minta maaf dan berterima kasih buat sobat2 smua

Haryo bramyanto pada 08:24 PM, 09-May-12

Memang politik itu kejam. Darah pun di halalkan yg penting bisa mencapai tujuan. Sejarah sebagai pelajaran yg sangat mahal harganya di tebus dg 1.000.000. Nyawa. Lebih baik kita gunakan HATI NURANI UNTUK MEMBANGUN NEGRI. Jangan gunakan akal dan fikiran yg tidak di dasari Hakekat Agama.

bleck pada 07:31 AM, 11-Jul-12

yg jelas indonesia 32 thn dipropaganda oleh suharto bahwa Komunis itu = atheis, padahal komunis itu ideologi sistim pemerintahan bukan ideologi agama, banyak komunis yg beragama dan banyak juga non komunis yg tidak beragama, intinya amerika takut dgn pengaruh unisoviet yg memiliki sistem pemerintahan komunis, buktinya tim" dikasih ke indonesia pdhal jelas" tim" mmg bukan bagian dri indonesia, cmn krn us takut ajah tim" jdi pangkalan Unisoviet yg mengancam pangkalan amerika yg di darwin australia, soekarno sebenarnya termasuk yg cukup berani menentang us gak kek soeharto dijanjiin bantuan duit ajah langsung kepikiran kudeta, sebenarnya soekarno itu gak berat ke unisoviet ataupun amerika, dia nonblock bahkan ingin menggabungkan semua ideologi pemerintahan, tpi dasarnya indonesia adalah negara yg dibangun dgn bnyk pahlawan penganut sosialis, tan malaka salah satunya ^^

zamroniys pada 09:30 PM, 31-Aug-12

Makasih gan.. infonya..
rejo-mulyo.blogspot.com

jiwaragakami pada 10:24 AM, 29-Sep-12

apapun bentuknya itu biarlah sejarah itu jangan terulang kembali. satu tekad yg pasti jgn biarkan ideologi selain pancasila hidup di bumi pertiwi, merdeka

percaya pada 02:07 AM, 01-Oct-12

ane percaya dengan versi wartawan karena betapa berkuasanya AS disaat suharto berkuasa...

dhera sianiaga real 2 pada 05:12 PM, 02-Oct-12

wahhhh kren bgtz pula tp smnjk pr phlwn kt tlh tiada bangsa indonesia skrng jd bxk teroris

sersanprambros pada 02:12 AM, 24-Oct-12

ane sepakat dengan wartawan gan, liat aja setelah BK jatuh siapa yang menjadi di Indonesia selain Amerka dan Cendana ditambah Cina daratan yang berkindung di ketek cendana.. semoga sejarah terbongkar

New Comment pada 05:47 PM, 02-Feb-13

memang kurang ajar tuh soeharto udah tau akan ada pemberontakan tapi dia malah nggak melapor ke soekarno

nagz spenma pada 03:29 PM, 03-Feb-13

sukses slalu ea

annisa pada 01:08 PM, 21-Feb-13

sanksi sama uux mna????
gy butuh nih buat tugas

Nada aisyah pada 02:03 PM, 22-Mar-13

Duh jd bingung?_? yg ngelakuin pembantaian tuh cp y?

rijal pada 03:43 PM, 01-Apr-13

menurut saya 2dan 3 benar suharto yang tukang ngibul nyatanya kluarganya makmur sepanjan jalan

mumu ,umadovsky pada 05:42 PM, 19-Oct-13

komunis yang sebenarnya jelas anti agama dan anti Tuhan karena marxisme menanggap agama itu candu

oskar kliwas pada 05:45 PM, 07-Nov-13

seru bangat kalau mangikuti dan mampelajari G30SPKI ini,,,,

dracanola pada 10:37 PM, 23-Dec-13

yg gw sesalkan, dlm tindakan penumpasan PKI dan GERWANI, dilakukan dg biadab dan tdk berprikemanusiaan. spt tdk punya agama saja.
kok bsa org indonesia kejam spt itu. gw tdk menyangka.

oskar kliwas pada 11:58 AM, 26-Jan-14

ane sepakat dengan wartawan gan, liat aja setelah BK jatuh siapa yang menjadi di Indonesia selain Amerka dan Cendana ditambah Cina daratan yang berkindung di ketek cendana.. semoga sejarah terbongkar

dhiarna jak anthenk pada 05:54 AM, 08-May-14

mksih gan atas info g30s pki... ijin follow gan

Langgani komentar: [RSS] [Atom]

Komentar Baru

[Masuk]
Nama:

Komentar:
(Beberapa Tag BBCode diperbolehkan)